Jumat, 27 Januari 2012

Bagaimana dengan Penerapan Hukum Di Indonesia ?

CHRISTIAN
Bagaimana dengan Penerapan Hukum Di Indonesia ?
Kita bangga dengan Indonesia sebagai Negara hukum Negara yang kaya, kita bangga menjadi WNI karena kita hidup di indonesia, kita lahir di tanah ini,  kita besar di tanah ini, kita akan tinggal di sinih sampai mati dan anak-anak kami pun akan tinggal disinih sampai kapapun terus menerus sampai dunia kiamat karena disinilah tempatnya kita dan nenek moyang kami bermukim dahulu kala sebelum kami ada.

Kita bangga sebagai bangasa Indonesia, tapi apakah kita bangga menjadi warga Negara idonesia?, dari kaca mata penulis bangsa indonesia yang kita cintai, kita junjung ini sudah berada di ambang pintu kehancuran bangsa. Bagaimana kita tidak mengatakan demikian karena pada kenyataanya Indonesia kini berada dalam ujian terberat kasus-kasus terjadi di mana-mana, pembunuhan terjadi dimana-mana, pertengkaran antar umat beragama terjadi dimana-mana,pornografi terjadi dimana-mana, kasus korupsi terjadi dimana-mana dan para koruptorpun merajalela menguasai bangsa ini seakan –akan bangsa ini tidak mempunyai harga diri dan hukumpun bias di beli dengan harta kekayaan para koruptor bagaimanakah penerapan hukum di bumi pertiwi ini? Bagaimana kita mau bangga menyebut bahwa kita bangga menjadi bangsa Indonesia sedangkan di mata kita hukum yang kita banggakan bias di beli dengan uang dan tidak tegas dalam mengadili para perusak bangsa.

Yang menjadi pertanyaanya sekarang adalah dimanakah hukum itu? Dan bagaimana dengan penerapanya? Karena kita tahu bahwa Indonesia adalah Negara hukum.apakah kita diam saja dan menonton para perusak bangsa merajalela di negeri ini?. Dari sekian banyak kasus yang terjadi di indonesia namun penerapan hukumnya sangat lemah dan hal ini di mamfaatkan dengan sangat baik oleh para pelaku kejahatan untuk beraksi.

Apakah kita tidak menyadari kondisi Negara kita, wahai pemimpin bangsa??. Negara Indonesia yang kita cintai dan kita junjung ini sekarang ibarat orang yang sakit dan tidak mempunyai pendirian yang tetap makanya tidak berani untuk mengambil keputusan padahal Negara kita mempunyai peraturan dan mempunyai hak lebih dari apapun. Bagaimana dan dimanakah para penegak hukum apakah kalian tidak melihat apa yang terjadi? Ataukah para penegak hukum sedang tertidur lelap?

“Wahai…. Para penegak hukum dan pemerintah bangunlah dari tidur lelap kalian, hari sudah pagi” ada pekerjaan yang menanti kalian jangan tidur terus bukalah mata kalian agar bisa membedahkan mana yang benar dan salah, jangan berjalan sambil tidur karena itu kebiasaan buruk karena ada bahaya di depan, bukalah mata kalian supaya bisa melihat apa yang ada di hadapan kalian.
  1. Kekerasan Antar Umat ber-Agama
Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya dengan beraneka ragam budaya, ras, suku bangsa, bahasa,adat istiadat  dan keyakinan/kepercayaan (agama) . dari berbagai macam itu kita di persatuhkan oleh pancasila, sebagai satu bangsa Indonesia yang bersatu. Semua telah diatur dalam peraturan UUD 1945.

Tapi namanya kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari masalah, karena manusia merupakan makhluk tuhan yang paling sempurna. Dan masalah-demi masalah itu selalu hadir menwarnai dalam kehidupan masyarakat. Dalam lingkup masyarakat pemikiran tiap individu tidak selalu sama dan selalu berbeda pendapat dan hal seperti ini sering membawa masalah ke suatu lingkungan masyarakat. Masyarakat semakin pandai dalam menilai suatu kasus dari pandangan mereka masing-masing dan menimpulkan masalah itu menurut penilain mereka. Padahal apa yang mereka simpulkan itu tidak selalu benar tapi argumentasi setiap individu di masyarakat itu sangat mudah terpengaruh ke masyarakat yang lain karena pada umumnya masyarakat kurang begitu memahami di sebabkan kurangnya pendidikan dan lain-lain. Hal ini mengakibatkan masyarakat sangat mudah terpengaruh oleh isuh-isuh yang kebenaranya tidak pasti atau kebenaranya mereka sendiri tidak dapat mengerti.

Karena Indonesia merupakan Negara demokrasi setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya karena itu orang-orang seperti ini tidak berpikir apa yang ia keluarkan bisa merugikan orang lain dan mengakibatkan masalah tapi ia hanya mengeluarkan saja pendapatnya atau penilaianya terhadap sesuatu pada hal sepele seperti itu bisa membawa dampak yang besar di masyarakat.

Seperti halnya yang kita lihat sering terjadi di Indonesia. Namun hal ini sangat disayangkan karena terjadi di NKRI yang terkenal dengan Negara hukum dan masyarakat yang bermultikultural. Kekerasan antar umat beragama yang sering terjadi di Indonesia adalah suatu permainan orang-orang tertentu tidak semua masyarakat terlibat di dalamnya. Namun masyarakat menjadi korbanya orang-orang yang menjadi provokator atau kita bisa sebut perusak kerukunan masyarakat.

Orang seperti ini adalah orang yang fanatic agama. dan diyakininya agamanya sajalah yang benar dan selain dari agamanya itu dia beranggapan bahwa tidak benar. Doktrin seperti ini mengakibatkan masyarakat yang tidak tahu masalah menjadi korban karena orang seperti ini memprovokasi masyarakat untuk mengikuti argumentasinya. Dan juga adapula permainan politik orang-orang dalam sehingga terpengaruh dan dampaknya kena di masyarakat. Hal seperti ini sangat merugikan banyak orang dan merugikan Negara.

Setiap orang mempunyai keyakinan dan kepercayaanya masing-masing dan tidak seorangpun yang bias memaksakan orang untuk mengikuti agama yang diyakininya karena itu urusan kita sama tuhannya masing-masing. Dan yang jelas setiap agama tidak mungkin mengajarkan umatnya tentang berbuat kejahatan, agama selalu mengajarkan hal-hal yang baik dan benar.

Setiap orang dalam melaksanakan ibadah pada tuhannya juga tidak selalu sama tapi berbda-beda menurut agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Kita sebagai manusia dan umat ciptaan tuhan tidak punya kewenangan dan hak untuk menvonis atau menghakimi salah satu agama menurut dengan pendapat kita karena kita bukan sang pencipta yang layak menilai tapi kita adalah ciptaan sama dengan manusia lainnya.

Dan urusan yang mengatur tata cara dalam suatu Negara apabila terjadi kekeliruan salah pengertian/pemahaman antara umat beragama adalah lembaga-lembaga sudah tersedia. Menyangkut agama ada kementerian agama, apabila terjadi masalah ada pihak polisi yang siap mengamankan dan ada pengadilan agama. Kenapa kita sesama masyarakat yang menghakimi sesame kita. Kita sbagai umat kita tidak bias mengatakan bahwa agama saya yang benar dan agama itu salah, karena kita ini manusia bukan Tuhan. Yang terpenting adalah kita tetap pada pendirian kita dan agamaku adalah agamaku dan kepercayaanku tidak seorangpun yang bias mempengaruhi saya dalam saya berhubungan kepada tuhan dengan cara kita masing-masing.

Di Indonesia sendiri diakui bahwa ada 6 agama yang sah dan terdaftar. Bukan berarti kita sebagai masyarakat harus berbicara menyangkut 6 agama ini saja karena masih banyak kepercayaan lain yang sedang mempejuangkan agamanya agar diakui di NKRI ini. Itu adalah perjuangan suatu kepercayaan agar mereka diakui jadi kami sebagai masyarakat tidak berhak untuk menghakimi. Sebab ada lembaga-lembaga keagamaan yang menilai mereka dan akan memutuskan apakah agama tersebut layak didaftarkan di NKRI ini atau tidak. Karena semua itu telah di atur dalam UUD 1945.

Seperti kasus baru-baru  ini terjadi antara umat Islam dan umat Ahmadya. Umat ahmadiyah dalam memperjuangkan agamanya jadi kita hanya bisa melihat apa putusan yang akan diambil oleh lembaga-lembaga yang berwenang. Kalau yang terjadi sampai korban jiwa itu sangat merugikan banyak orang sebab mereka sebagai  warga Negara Indonesia mereka juga mempunyai hak untuk mereka beribadah kepada tuhan yang menurut kepercayaan mereka yakini. Dan juga hak seseorang untuk hidup dan berkarya dibatasi oleh tindakan-tindakan yang dilakukan oleh suatu kelompok. Karena sampai mengorbankan nyawa seseorang melayan dengan sia-sia berarti sudah termasuk dalam pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Permasalahan demi permasalahan yang terjadi ini semua punya aturan yang terdapat dalam undang-undabg dasar Republik Indonesia, hanya saja hukum tersebut tidak pernah diterapkan dalam kehidupan masyarakat, maka dari itu untuk melakukan hal-hal baru selalu muncul ide-ide  yang baru dan sangat bervareatif yang sangat merugikan banyak orang di dalam kehidupan sosial masyarakat.

Masalah demi masalah tentang umat beragama selalu hadir meramaikan situasi seperti orang di panggung politik yang mengincar kursi di eksekutif ataupun legislative di pemerintahan. Agama tidak pernah mengajarkan untuk orang berpolitik tidak mengajarkan orang untuk berbuat kejahatan dan hal-hal yang bersifat melanggar hukum. Namun ada saja berita - berita mengemparkan masyarakat Indonesia tentang masalah agama,pornografi dan lainya di indonesia. Seperti yang terjadi sekarang umat islam  melarang umat kristiani membangun rumah ibadah dengan alasan-alasan tertentu. Dan juga ada gereja-gereja yang dibakar dan juga ada mesjid-mesjid yang di bakar dan pertengkaran antar umat beragama. Masalah-masalah seperti ini seharusnya tidak layak untuk terjadi di negeri ini namun karena ada orang-orang pintar, atau  ada orang-oang fanatic agama yang mempengaruhi masyarakat sehingga terjadi masalah yang tidak kita inginkan bersama seperi ini.

Apakah kita sebagai bangsa Indonesia tidak menginginkan dan merinduhkan  kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi pertiwi ini tercipta damai dan masyarakat hidup rukun dan penuh toleransi antar umat beragama dan tidak membeda-bedahkan satu sama lain. Alangkah baik dan indahnya apabila kita bersatu dan hidup berdampingan antara satu sama lain sebagai bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar